Minggu, 17 Januari 2010

Filsafat Ilmu Komunikasi

Filsafat adalah usaha untuk memahami dan mengerti dunia dalam hal makna dan nilai-nilainya. Ia juga termasuk ilmu pengetahuan yang paling luas cakupannya dan bertujuan untuk memahami (understanding) dan kebijaksanaan (Wisdom). Sementara pengertian komunikasi menurut Schramm adalah mencoba membangun persamaan melaui tukar menukar informasi, sehingga antara pengirim dan penerima pesan dapat mengartikan sama terhadap pesan itu. Pada dasarnya mata kuliah Filsafat Komunikasi memberikan pengetahuan tentang kedudukan Filsafat Komunikasi dari prespektif Epistemology.
 Ontologi : What it is ?
Ontologi berarti studi tentang arti “ada” dan “berada”, tentang ciri-ciri esendial dari yang ada dalam dirinya sendiri, menurut bentuknya yang paling abstrak (Suparlan : 2005). Ontoogi sendiri berarti memahami hakikat jenis ilmu pengetahuan itu sendiri yang dalam hal ini adalah Ilmu Komunikasi dipahami melalui objek materi dan objek formal. Secara ontologisme, ilmu komunikasi sebagai objek materi dipahami sebagai sesuatu yang monoteistik pada tingkat yang paling abstrak atau yang paling tinggi sebagai sebuah kesatuan dan kesamaan sebagai makhluk atau benda. Sementara objek formal melihat ilmu komunikasi sebagai suatu sudut pandang, yang selanjutnya menentukan ruang lingkup studi itu sendiri. Contoh relevan aspek ontologis ilmu komunikasi adalah Sejarah Ilmu Komunikasi, Founding Father, Teori Komunikasi, Tradisi Ilmu Komunikasi, Komunikasi Manusia, dll.
 Epistemologis : How to get ?
Hakikat pribadi ilmu (komunikasi) yaitu berkaitan dengan pengetahuan mengenai pengetahuan ilmu (komunikasi) sendiri atau Theory of Knowledge. Persoalan utama epistemologis ilmu komunikasi adalah mengenai persoalan apa yang dapat kita ketahui dan bagaimana cara mengetahuinya, “what can we know and how do we know it?” (Lacey : 1976). Menurut Lacey, hal-hal yang terkait meliputi “belief, understanding, reason, judgement, sensation, imagination, supposing, guesting, learning and forgetting”.
Secara sederhana sebetulnya perdebatan mengenai epistemoogi ilmu komunikasi sudah ada sejak kemunculan komunikasi sebagai ilmu. Perdebatan apakah ilmu komunikasi adalah sebuah ilmu atau bukan sangat erat kaitannya dengan bagaimana proses penetapan suatu bidang menjadi suatu ilmu. Dilihat dari sejahnya ilmu komunikasi disebut sebagai ilmu yang tidak terlepas dari ilmu-ilmu social yang terlebih dahulu ada. Pengaruh sosiologi dan psikologi sangat berkonstribusi atas lahirnya ilmu ini. Bahkan nama-nama seperti Laswell, Schramm, Hovland dan Freud,sangat besar pengaruhnya atas perkembangan keilmuan komunikasi. Dan memang komunikasi telah ditelaah lebih jauh menjadi sebuah ilmu baru pada abad ke-19 didaratan Amerika yang sangat erat kaitannya dengan aspek aksiologis ilmu ini sendiri. Contoh konkret epistemologis dalam ilmu komunikasi dapat dilihat dari proses perkembangan kajian keilmuan komunikasi di Amerika. Kajian komunikasi yang dipelajari untuk kepentingan manusia pada masa peperangan semaikn memantapkan komunikasi menjadi sebuah ilmu.
 Akiologis : What for ?
Hakikat individual ilmu pengetahuan yang bersifat etik terkait aspek kebermanfaatan ilmu itu sendiri. Seperti yang telah disinggung pada aspek epistemologis bahwa aspek aksiologis sangat terkait dengan tujuan pragmatic fiosofis, yaitu azas kebermanfaatan dengan tujuan kepentingan manusia itu sendiri. Perkembangan ilmu komunikasi erat kaitannya dengan kebutuhan manuisa akan komunikasi. Kebutuhan mempengaruhi (persuasive), retoris (public speaking), spreading of information dan propaganda adalah sebagian kecil dari manfaat ilmu komunikasi. Secara pragmatis, aspek aksiologis dari ilmu komunikasi terjawab seiring perkembangan kebutuhan manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar